Optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas di Tabanan: Perkuat Intervensi Lintas Sektor untuk Desa dan Keluarga

WhatsApp Image 2025-03-05 at 17.43.20

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M

Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mengintensifkan sosialisasi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai bagian dari upaya membangun desa dan keluarga yang lebih sejahtera. Hingga tahun 2025, seluruh 133 desa di Kabupaten Tabanan telah ditetapkan sebagai Kampung KB, menjadikan kabupaten ini salah satu pelopor pelaksanaan program pembangunan keluarga berbasis desa di Bali.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan desa. “Kampung KB adalah simpul strategis pembangunan berbasis keluarga. Saya mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk hadir langsung di desa, membawa program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, dan bersama-sama memperkuat kualitas keluarga sebagai pondasi utama pembangunan,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tabanan, Mariati, menekankan bahwa sosialisasi Kampung KB tidak hanya memperkenalkan program, tetapi juga mendorong keterlibatan seluruh sektor.
“Melalui sosialisasi yang masif, kami ingin memastikan OPD dan mitra terkait aktif melakukan intervensi program langsung ke desa. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga administrasi kependudukan secara terintegrasi,” ungkap Mariati.

Intervensi lintas sektor menjadi ciri utama Kampung KB. Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, serta sanitasi lingkungan; Dinas Pendidikan membuka akses pendidikan sejak usia dini; Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berperan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga; sementara Dukcapil memastikan tertib administrasi kependudukan. Sinergi ini memperjelas bahwa Kampung KB bukan hanya program BKKBN, melainkan ruang kolaborasi berbagai sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Selain itu, inovasi seperti Rumah DataKu—pusat data mikro di tingkat desa—telah membantu pemerintah merancang kebijakan berbasis bukti dan mengoptimalkan pelayanan publik. Publikasi dan sosialisasi yang gencar di tingkat desa juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat: program KB tidak melarang jumlah anak, tetapi menekankan pentingnya perencanaan keluarga—mengatur, menunda, dan mengakhiri masa reproduksi dengan bijak sesuai kondisi keluarga dan kearifan lokal Bali.

Dengan 133 Kampung KB, Tabanan kini memiliki jaringan desa-desa yang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan, dan layanan terpadu. Melalui kolaborasi lintas OPD dan mitra pembangunan, Kampung KB diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menjadikan desa sebagai episentrum pembangunan keluarga berkualitas di Kabupaten Tabanan. (tmc/piskp)

About The Author