Komdigi Keluarkan Imbau Penyebaran Luas Informasi Peringatan Dini Banjir

download (1)

Logo Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir akibat curah hujan tinggi, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) mengeluarkan himbauan kepada seluruh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi di seluruh Indonesia pada Jumat, 7 Maret 2025.

Himbauan ini menekankan pentingnya penyebaran informasi peringatan dini banjir yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengingat potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga pertengahan Maret 2025. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah minimnya distribusi informasi ke daerah terpencil, yang berpotensi meningkatkan risiko bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam surat bernomor B-66/DJKPM/HM.05.07/03/2025, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Aleyda Yahya, mengimbau agar setiap Diskominfo provinsi aktif berkoordinasi dengan Diskominfo kabupaten/kota untuk memproduksi serta menyebarluaskan konten terkait peringatan dini dan mitigasi bencana. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipasi.

Sebagai referensi, Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyediakan beberapa sumber informasi resmi yang dapat digunakan oleh masyarakat, antara lain:

  • Info BMKG: https://www.bmkg.go.id/
  • Info Potensi Cuaca Ekstrim: https://www.bmkg.go.id/cuaca/potensi-cuaca
  • ekstrem
  • Info Prakiraan Daerah Potensi
  • Banjir: https://www.bmkg.go.id/iklim/potensi
  • banjir/prakiraan-daerah-potensi-banjir
  • dasarian-i-iii-maret-2025
  • Buku Saku Bencana, BNPB: https://www.bnpb.go.id/buku/buku-sakubencana

Dengan adanya langkah ini, diharapkan informasi mengenai ancaman banjir dapat tersebar lebih luas, terutama di wilayah yang rawan terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu mengakses sumber informasi resmi untuk mendapatkan perkembangan terbaru terkait cuaca dan potensi bencana. (Tim)

About The Author