Sekaa Gong Wanita Jayaning Singasana Iringi Bhakti Penganyar Pemkab Tabanan di Pura Giri Salaka Alas Purwo
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya memimpin tarian saat bhakti penganyar jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (12/9).
Banyuwangi – Sekaa Gong Wanita Jayaning Singasana tampil mengiringi persembahyangan Bhakti Penganyar Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (12/9).
Bhakti Penganyar dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta sejumlah anggota, Ny. Budiasih Dirga, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan staf, pimpinan DTW Tanah Lot, Jatiluwih, dan Ulundanu, perbekel se-Kabupaten Tabanan, PSN Tabanan, serta unsur masyarakat.
Sebelum prosesi persembahyangan dimulai, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama Ny. Budiasih Dirga, Ibu-ibu istri pejabat Pemkab Tabanan, serta anggota PKK, menarikan Tari Rejang Tridatu. Tarian tersebut dibawakan secara kompak dan penuh semangat, diiringi tabuhan gamelan Sekaa Gong Wanita Jayaning Singasana. Kehadiran unsur seni budaya ini menambah kekhidmatan suasana sekaligus mencerminkan perpaduan harmonis antara spiritualitas dan kearifan lokal.
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga rangkaian Bhakti Penganyar berlangsung lancar dan khidmat. Ia menegaskan, persembahyangan ini menjadi momentum penting untuk memanjatkan doa bersama demi kerahayuan jagat dan kesejahteraan masyarakat Tabanan.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan ngayah dengan tulus. Persembahyangan ini adalah momentum spiritual sekaligus wujud kebersamaan kita dalam mendoakan keselamatan jagat raya serta kesejahteraan masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.
Selain itu, ia menekankan makna simbolis dari persembahyangan yang dirangkaikan dengan pembangunan penyengker madya mandala di pura tersebut.
“Ini menjadi simbol dalam rangka kita Pemerintah Kabupaten Tabanan ikut membangun penyengker madya mandala ini, pertanda ada piring dan keramik ini sebagai ciri khas Tabanan. Simbol keagungan sesuai seperti di era Majapahit,” ungkapnya.
Rangkaian Bhakti Penganyar Pemkab Tabanan di Pura Giri Salaka diharapkan dapat mempererat hubungan spiritual sekaligus memperkokoh identitas budaya yang diwariskan leluhur. (Tmc/piskp)
