Pementasan Wayang Emas pada Festival Ulun Danu Beratan

Pementasan Wayang Emas pada Festival Ulun Danu Beratan

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti akan menebarkan vibrasi pedamaian Nusantara dan dunia lewat pementasan wayang emas Majapahit dan topeng Gajahmada di Festival Ulundanu, pada tanggal 24-27 Oktober 2019. Tari wali yang sarat makna itu, sengaja dipentaskan di Ulundanu Beratan karena Ulundanu Beratan diyakini sebagai inti atau pusat bumi (Cakra Bhuwana). Bupati Eka Wiryastuti mendapat wangsit dan terketuk hatinya untuk mementaskan topeng dan wayang emas sakral peninggalan kerajaan Majapahit itu.  Dari Ulundanu itulah nanti diharapkan terpancar vibrasi positif untuk kerahayuan bumi, bisa membuat rakyat Indonesia harmonis kembali setelah terkotak-kotak dalam kepentingan politik, perbedaan suku dan agama. Wayang Emas dan topeng Gajah Mada ini terbuat dari emas kisaran 18 karat hingga 22 karat. Dari segi bentuk, Wayang Emas ini merupakan hasil karya seni rupa tiga dimensi. Pakem wayangnya merupakan paduan jenis wayang Bali dan wayang Jawa. Paduan itu antara lain terlihat dari riasan busana figure wayang seperti Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa (Pandawa) dan Duryadana besertaadik-adiknya (Kurawa) , yang khas pakem wayang Jawa. Namun gelung (mahkota)- nya khas pakem wayang Bali. Sedangkan wajah figure wayang menyerupai wayang Jawa.. Tinggi wayang emas ini (untuk figure hingga kayonan) berkisar antara 25 cm, dengan panjang gagang rata-rata 10 cm. Ukuran fisik Wayang Emas ini relative lebih kecil jika dibandingkan dengan wayang Bali, yang tingginya kisaran 30 cm hingga 50 cm.

Keberadaan Wayang Emas ini bernuansa agak mistis , kisah berawal ketika Ida Pedanda Jungutan di Geria Peling didatangi salah seorang warga kabupaten Gowa yang masih trah (keturunan) majapahit, yang punya misi sebagai penyelamat benda-benda bersejarah warisan kerajaan Majapahit.

Kepada Ida Pedanda Jungutan, warga Gowa tersebut mengaku menerima wangsit (petunjuk gaib) agar menghibahkan benda benda warisan Majapahit berupa Wayang Emas yang dibawanya kepada semeton (keluarga) Griya Peling, Desa Pekraman Padang Tegal. Jumlah Wayang Emas warisan Majapahit yang disimpan Griya Peling mencapai 100 buah.

Bukan hanya Wayang Emas yang dihibahkan , orang Gowa itu juga menghibahkan 6 topeng Gajah Mada, keris bertahta emas warisan Majapahit, kursi Gajah mada berbahan perunggu.

Festival Ulundanu  juga dimeriahkan dengan acara menarik lainnya.